Kata orang, cinta dapat membuat orang melakukan segalanya demi orang yang dicintai. Mungkin ini ada benarnya . Kabupaten klaten kecamatan prambanan terdapat Kompleks  Bangunan yang sangat megah di bangun pada abad 9 M.  Wujud cinta dari sepasang suami istri yang berbeda agama. Bangunan itu bernama candi plaosan.
Prasasti Pemugaran Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor

Seorang ahli bernama De Casparis mendukung pendapat bahwa Candi Plaosan diperkirakan dibangun pada masa Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu berkuasa, yaitu pada awal abad ke-9 M. Pendapat De Casparis didasarkan pada isi Prasasti Cri Kahulunan (842 M) yang menyatakan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh RatuSri Kahulunan dengan dukungan suaminya. Menurut De Casparis, Sri Kahulunan adalah gelar Pramodyawardani, putri Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra. Pramodyawardani yang memeluk agama Buddha, menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yang memeluk agama Hindu.

Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor



Sudah dua kali aku ke kompleks candi ini. Panas menyengat aku berjalan kaki dari terminal prambanan sampai ke kompleks candi ini. Sepanjang perjalanan menuju ke candi plaosan aku melihat deretan tanaman padi yang mulai menguning bagaikan hamparan permadani yang indah sekali. Untuk menuju kesini aku membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Untuk masuk ke komplek candi ini aku Cuma membayar 3000 rupiah saja.

candi induk plaosan lor


Deretan Candi PerwaraPlaosan Lor

Kompleks candi itu bernama Kompleks candi Plaosan. Kompleks candi Plaosan adalah komplek candi kembar yang  terdiri  2 area yaitu Area Candi Plaosan Lor dan Area Candi Plaosan Kidul.  Candi Plaosan Lor merupakan sebuah kompleks percandian yang luas. Candi ini menghadap ke barat, dan bagian depannya terdapat dua pasang arca Dwarapala yang saling berhadapan, di pintu masuk utara dan sepasang di pintu masuk selatan. Bangunan utama di Candi Plaosan Lor adalah dua candi induk (karenanya Candi Plaosan Lor sering dijuluki sebagai candi kembar) dengan bentuk bangunan bertingkat. Dari pahatan relief antara dua candi induk, kita bisa menyaksikan bagaimana perasaan cinta diinterpretasikan. Relief pada dinding candi induk sebelah selatan menggambarkan laki-laki, konon sebagai bentuk kekaguman Pramodyawardani terhadap Rakai Pikatan. Sedangkan relief pada candi yang di utara menggambarkan perempuan, yang diduga untuk meluapkan kekaguman Rakai Pikatan terhadap Pramodyawardani.

Setelah puas mejelajahi candi plaosan lor aku langsung menuju ke candi plaosan kidul. Jarak antara candi plaosan lor dan kidul dekat sekali. Hanya sekitar 30 m dari candi plaosan lor terbelah oleh sebuah jalanaspal. Di candi plaosan kidul aku hanya sebentar . karena di area candi ini cuma tinggal candi perwara saja tanpa candi induk.

Candi Perwara Palosan Kidul

Candi Perwara Palosan Kidul

Candi Perwara Palosan Kidul

Sekitar 10 menitan di candi ini aku langsung kembali pulang. Waktu pulang aku mengambil jalan pintas di persawahan
Persawahan Sekitar Candi Plaosan

Persawahan Sekitar Candi Plaosan

Persawahan Sekitar Candi Plaosan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.